Posted in

Turut Rapat Forkopimda, Dedi Meminta Pemda Seriusi Masalah Kekerasan Seksual

Dewan Perwakilan Masyarakat Wilayah (DPRD) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) mengingati lagi ke pemda agar bisa memerhatikan tingginya angka kekerasan seksual pada anak dibawa usia, selanjutnya pada perlakuan pengeboman ikan di laut.

Dijumpai selesai ikuti Rapat Komunitas Koordinir Pimpinan Wilayah (Forkopimda), Selasa (29/07/2025) malam, Ketua DPRD Gorut, Dedi Dunggio menjelaskan jika dalam peluang itu dianya menjelaskan jika dianya sampaikan hal itu bukan tanpa argumen. “Sekarang ini kasus kekerasan seksual lumayan tinggi dan mengenaskan, hingga pantas untuk diseriusi” bebernya.

Dianya sebagai wakil kelembagaan minta ke pemda agar bisa lakukan usaha penangkalan dengan lakukan penerangan atau pendidikan ke warga pada kekerasan seksual pada wanita dan anak di bawah usia.

“Perlu untuk dilaksanakan usaha penangkalan ke warga oleh Dinas Pendayagunaan Wanita dan Pelindungan Anak (DP3A), untuk menekan tingginya angka kekerasan seksual itu” kata Dedi.

Disamping itu , Dedi menbahkan masalah aktor bom ikan yang ketangkap di Sulawesi tengah dan aktornya ialah masyarakat Gorut. Pada pengeboman ikan ini pasti dilarang dan menyalahi hukum. “Hingga perlu untuk dilaksanakan pembelajaran kembali, anjuran bahkan pemantauan yang optimal pada kegiatan bom ikan ini” jelasnya.

Selainnya menyalahi hukum kata Dedi, menghancurkan lingkungan. Kegiatan tangkap ikan dengan bom benar-benar menghancurkan alam, terumbu karang menjadi rusak. Begitupun dengan ikan akan cepat habis, karena saat di bom, semua tipe ikan dan ukuran pasti mati.

“Hingga pada aktor bom ikan ini harus ditindak tegas. Selainnya untuk kelestarian lingkungan, untuk menjaga supaya kekuatan perikanan dan kelautan selalu terlindungi” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *